Bahagianya Melepas by Lovina Patricia Oktabella

 

Nama : Lovina Patricia Oktabella
NPM : 160110180092
Fakultas : Kedokteran Gigi

BAHAGIANYA MELEPAS

Semua orang pasti pernah merasa kehilangan. Entah itu berupa kehilangan orang-orang
terdekat maupun barang yang telah kita miliki. Mengapa kita bisa merasa kehilangan? Kita tidak
akan pernah merasa kehilangan jika kita tidak pernah memiliki. Dalam ajaran Buddha,
kehilangan termasuk salah satu dukkha yang dialami manusia. Ketika seseorang mengalami
kehilangan, biasanya orang tersebut akan menjadi sedih dan bahkan menangis. Hal ini terjadi
karena adanya kemelekatan/upadana. Kemelekatan berawal dari nafsu keinginan/tanha. Jika
sudah ada kemelekatan, kita menjadi merasa bahwa orang atau barang tersebut menjadi milik
kita.

Buddha mengajarkan kepada kita untuk tidak melekat, tidak hanya pada mereka yang
dicintai, namun juga pada mereka yang tidak dicintai, pada mereka yang kita benci. Karena
membenci sendiri merupakan sebuah kemelekatan, yaitu melekat pada mereka yang dibenci.
Kita bisa mengalami kehilangan kapan saja, mulai dari kehilangan hal yang kecil sampai
kehilangan hal yang besar karena segala sesuatu itu tidak kekal. Ketika terjadi hal seperti ini,
yang harus kita lakukan hanyalah memahami dan menyadari bahwa mengalami kehilangan
adalah hal yang wajar. Kita tidak dapat melupakan kehilangan tersebut, tetapi kita harus
menerima rasa kehilangan tersebut dengan ikhlas.

Dalam hidup ini, pasti kita memang harus merelakan sesuatu. Entah itu orang yang kita
cintai ataupun barang-barang berharga dalam hidup kita. Ada hal-hal yang memang sebaiknya
kita lepas. Karena, ketika kita melepaskan sesuatu, maka kita akan mendapatkan hal yang lebih
besar dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Kita harus mengetahui bahwa semua orang pasti
pernah melepaskan sesuatu yang berharga baginya siap atau tidak. Kita tidak tahu kapan itu
terjadi, maka dari itu, kita harus menikmati waktu yang kita punya dengan mensyukuri hal-hal
yang ada pada kita. Ketika tiba saatnya kita harus melepas sesuatu, kita harus menerimanya
dengan hati ikhlas agar kita tidak merasa sedih yang berlarut-larut.