Open House 2020

 

Halo semua! Seperti biasa untuk menyabut mahasiswa baru Universitas Padjadjaran maka diadakan kegiatan rutin KMB Dharmavira Unpad setiap tahunnya. Tujuan dilaksanakan Open House KMBD untuk menyambut dan memperkenalkan KMBD kepada mahasiswa baru. Selain itu juga, kegiatan ini menjadi ajang untuk meningkatkan rasa kekeluargaan kita di KMB Dharmavira antar mahasiswa baru dengan koko cici KMBD. Meskipun terkendala pandemi covid-19 tapi tidak menjadi penghalang bagi para peserta untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Open House. Open House KMBD 2020 dilaksanakan pada hari Minggu, 6 September 2020 melalu media Zoom Meeting. Sebanyak 14 mahasiswa baru, 33 anggota aktif KMBD dan beberapa senior ikut hadir.

Open house kali ini bertemakan KMBD 2020’s Tale : A Journey to The Wise dimana membawa peserta untuk menjadi petualang dan berpetualang mencari harta karun yang paling berharga di KMBD. Melewati berbagai rintangan yang  harus dihadapi oleh petualang. Mulai dari melewati sungai, hutan dan lembah untuk mengumpulkan kunci harta karun teersebut. Tiap kelompok saling bersaing untuk memperebutkan hadiah akhir dari petualangan ini.

 

 

Awal mulanya kegiatan dibuka oleh MC yaitu Jericho (FISIP ’19) dan Mettania (FMIPA ’19). Yang kemudian diikuti dengan kata sambutan oleh ketua KMBD periode 2020/2021 yaitu Lovina (FKG ’18) dan dilanjutkan dengan PJ Kegiatan Open House yaitu Mettania (FMIPA ’19).

Sebelum memulai petualangan mencari harta karun para petualang memperkenalkan diri. Perkenalan diawali oleh mahasiswa baru  dan dilanjutkan oleh koko cici KMBD dari setiap fakultasnya. Dari sesi perkenalan ini para petualang dapat mengetahui siapa saja koko cici atau adik adiknya dari semua fakultas di Unpad. Petualangan pun dimulai dengan pembagian kelompok yang sudah ditentukan oleh panitia. Setelah bertemu dengan rekan seperjuangan mereka dalam bertempur mereka pun akhirnya memulai petualangannya.

Mulailah cerita KMBD 2020’s Tale : A Journey to The Wise…

Dahulu kala, di sebuah desa terpencil yang terletak jauh dari peradaban, hiduplah 6 kelompok petualang yang berlomba-lomba untuk mencari harta karun yang letaknya sangat jauh. Konon, harta karun tersebut muncul setiap setahun sekali, tepat di hari pertama bulan purnama. Sebelum mereka memulai perjalanan jauhnya, mereka meminta bantuan dari sesepuh petualang yang dikabarkan pernah berhasil menemukan harta karun tersebut. Sesepuh itu bernama Vijes, dan kabarnya beliau berada di kota Kapilavastu saat ini.

Sesampainya di Kapilavastu, mereka meminta arahan dari Sesepuh Vijes. Apa yang mereka dapat beliau? Ikuti terus cerita para petualang ini.

Mereka kemudian berjalan menuju Kota Kapilavastu untuk memecahkan misi pertama!

Setelah mendapatkan pencerahan dari Sesepuh Vijes di Kapilavastu, setiap kelompok diberikan satu peta panduan selama pencarian harta karun.

Meskipun mempunyai peta, mereka semua dibuat pusing oleh peta itu. Setiap anggota petualang dalam satu kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam mengartikan arah peta tersebut. Selama perjalanan, mereka hanya mengikuti jalan setapak yang ada sembari berdebat siapa yang paling benar dalam mengartikan peta.

Tanpa mereka sadari, jalan setapak itu membawa mereka menuju di Hutan Gaya. Setibanya di Hutan Gaya, mereka kehilangan arah harus berjalan kemana. Akhirnya setiap kelompok memutuskan untuk berusaha mengartikan teka-teki pada peta dan mendesain ulang peta tersebut agar lebih mudah dipahami. Akankah 6 kelompok tersebut berhasil? Dapatkah mereka melanjutkan perjalanan mereka?

Di misi pertama ini petualang harus menyelesaikan dua kalimat menggunakan kata kunci yang telah didapatkan. Kata kunci yang diberikan merupakan kata kata yang berhubungan dengan KMBD Unpad. Apabila mereka gagal dengan 5 kali percobaan maka petualang akan mendapatkan hukuman. Setelah mereka berhasil menyelesaikan misi ini, maka para petualang dapat berkenalan dengan Divisi Akademik dan Kerohanian KMBD Unpad.

Setelah berhasil mendesain ulang peta tersebut, mereka mengikuti arahan peta dan tiba di Sungai Gangga. Perjalanan menuju Sungai Gangga mulus, sampai mereka menemukan kenyataan bahwa sungai tersebut terlalu dalam untuk disebrangi.

Pada peta yang mereka pegang, terdapat petunjuk bagaimana cara melewati sungai tersebut. Namun, untuk melewati sungai itu diperlukan setidaknya 20 orang yang saling membantu. Maka tiga kelompok pertama yang tiba di sungai itu bersatu untuk dapat melewati Sungai Gangga. Tiga kelompok berikutnya yang tiba di Sungai Gangga juga melakukan hal yang sama. Apa yang mereka lakukan agar bisa melewati Sungai Gangga dengan kerja sama 20 orang?

Di misi kedua ini, petualang harus memperhatikan secara detail setiap gambar yang diberikan oleh panitia. Nantinya panitia akan menanyakan salah saatu bagian dari gambar tersebut. Para petualang harus menebak dengan benar 7 dari 10 gambar. Dan apabila tidak berhasil maka para petualang akan mendapatkan hukuman. Jika para petualang berhasil maka mereka dapat berkenalan dengan Divisi Publikasi dan Dokumentasi KMBD Unpad.

Setelah berhasil melewati Sungai Gangga, para petualang yang terbagi menjadi dua kelompok tersebut menuju ke Sarnath. Menurut petunjuk peta, mereka dapat menemukan kunci harta karun di Sarnath. Setelah mengunjungi Sarnath dan mendapatkan kunci harta karun tersebut, mereka bergegas menuju ke Rajagaha, tempat bersembunyinya harta karun.

Para petualang itu tiba di Rajagaha tepat saat hari pertama bulan purnama. Mereka pun berhasil menemukan harta karun itu. Dan ternyata, diperlukan dua kunci agar dapat membuka harta karunnya. Namun mereka merasa perjalanan mereka yang sangat jauh dan penuh rintangan tak terbayarkan bila harta karun tersebut harus dibagi kepada banyak orang. Karena keegoisannya, perang dingin pun tak terhindarkan.

Karena para petualang ini sama-sama tangguh, tidak ada hasil dari perdebatan mereka. Para petualang itu akhirnya memutuskan lebih baik membawa pulang sedikit daripada tidak sama sekali. Ketika situasi mulai terkendali, mereka menggabungkan kedua kunci untuk membuka harta karun. Apakah isi dari harta karun tersebut?

Di misi ketiga ini para petualang digabungkan menjadi 2 kelompok besar yang harus bersaing bersama dalam menemukan harta karun tersembunyi. Mereka harus bekerja sama dalam menemukan kata yang mewakil masing masing huruf suatu kata. Namun rintangan yang harus mereka hadapi adalah mereka tidak boleh menebak bersamaan dan harus berurutan. Apabila gagal maka tentu saja mereka akan mendapatkan hukuman di akhir. Jika mereka berhasil mendapatkan kunci di misi ketiga ini, maka para petualang dapat berkenalan dengan Divisi Hubungan Eksternal KMBD Unpad.

Kini kedua kunci telah siap untuk membuka harta karun yang ada di depan mata. Saat mereka membuka harta karunnya…

Ternyata harta karun itu kosong!

Mereka sangat bingung, karena harta karun yang ditunggu-ditunggu setiap lima puluh tahun ini ternyata isinya kosong. Setelah melampaui rintangan yang sangat panjang, entah kenapa harta karun itu kosong.

Tak ingin perjuangan mereka sia-sia, mereka memutuskan untuk menemui Sesepuh Vijes lagi, yang kabarnya beliau berada di Baranasi.

Sesampainya di Baranasi, tepat di bawah 2 pohon sala kembar, sesepuh Vijes duduk dengan penuh ketentraman seakan sudah menantikan kedatangan mereka.

Setelah mendengarkan pidato singkat sesepuh Vijes, kelompok petualang tersebut akhirnya sadar, bahwa harta karun yang sebenarnya merupakan rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang dirasakan selama perjalanan menuju Baranasi. Mereka sangat terharu. Lalu mereka pun mulai bercerita mengenai segala rintangan yang sudah mereka hadapi.

“Keluarga tidak selalu sedarah. Mereka adalah orang-orang ada dalam hidupmu yang menginginkanmu dalam hidup mereka dan kebersamaan dalam keluarga akan indah saat dijalani dan indah saat dikenang.”

Begitulah akhir cerita dari KMBD 2020’s tale: A Journey to the Wise. Dan berakhir juga kisah petualangan di Open House KMBD Unpad 2020. Terimakasih kepada seluruh petualang yang sudah ikut hadir dan berjuang bersama menemukan harta karun paling berharga di KMBD Unpad. Selamat datang juga mahasiswa baru KMBD Unpad 2020 semoga kita bisa menjadi keluarga baru di Universitas Padjadjaran. Nantikan momen dan keseruan lainnya yaaa… Sampai jumpa!